Silabus Pembelajaran

Posted: February 15, 2010 in Uncategorized

Garis Besar Pembelajaran

Pokok Bahasan 1: Filsafat Sosial Hegel dan Gerakan Hegelian Muda

Ketika Marx sekolah filsafat, Hegelianisme merupakan pemikiran dominan di universitas-universitas Jerman. Karena filsafat Hegel merupakan bacaan wajib, maka para intelektual membacanya untuk memperoleh pahala. Tetapi, pembacaan sebagian profesor atas filsafat Hegel menghasilkan tafsiran radikal yang berseberangan dengan tafsir populer di kalangan akademik. Profesor-profesor penyimpang ini dinamakan Kaum Hegelian Muda. Mereka meracuni mahasiswanya dengan gagasan mereka. Salah seorang yang teracuni itu adalah Karl Marx. Bagian ini akan membahas secara singkat pemikiran utama Hegelian Muda, terutama filsafat Ludwig Feuerbach tentang sejarah.

Topik Diskusi:

Apa yang dimaksud dengan gerak dialektika sejarah?

Apa yang dimaksud Hegel dengan ‘sejarah adalah aktualisasi Kesadaran’?

Apa yang dimaksud Hegel dengan ‘segala yang aktual itu rasional, dan yang rasional itu aktual’ dalam pemahaman Hegelian Muda?

Bacaan:

Hegel, GWF Filsafat Sejarah. Jogjakarta: Pustaka Pelajar.

Marcuse, H. Rasio dan Revolusi. Jogjakarta: Pustaka Pelajar

Pokok Bahasan 2: Pemikiran-pemikiran Filsafat Marx Muda

Ketika pemerintah Prusia memperketat sensor penerbitan, Marx kabur ke Paris menghindari kejaran polisi rahasia Prusia. Dia berkenalan dengan kaum radikal dan sosialis Perancis, terutama Proudhon. Dia juga berkenalan dengan F. Engels yang kemudian menjadi kawan sehidupnya. Marx berubah dari seorang liberal radikal menjadi sosialis. Pemikiran-pemikirannya mulai berubah ketika Engels menghasutnya belajar ekonomi-politik, sebuah ilmu yang sedang trendy di Inggris. Saat itulah karya-karya penting yang kemudian dikenal sebagai karya “Marx Muda” dilahirkan. Marx telah berubah. Dia membedakan diri dari Hegelian Muda dan mengkritik mereka pada titik pijak gerakan filosofisnya.

Topik Diskusi:

Apa perbedaan mendasar pemikiran filsafat Marx dengan Kaum Hegelian Muda lainnya?

Faktor-faktor apa yang mempengaruhi perbedaan tersebut?

Apa yang dimaksud Marx dengan praxis dan apa gagasannya tentang hubungan theoria dan praxis?

Bacaan:

Marx, K. Toward a Critique of Hegel’s Philosophy of Right (1843) [Kritik Filsafat Hegel tentang Hukum]

Marx, K. Theses on Feuerbach (1845) [Tentang Feuerbach]

Marx, K. Excerpt Notebook

Pokok Bahasan 3: Materialisme Historis

Pendekatan dalam analisis Marx yang paling terkenal dan sering disalahpahami adalah “konsepsi materialis atas sejarah”-nya. Materialisme historis merupakan temuan terbesar Marx dan Engels untuk ilmu-ilmu sosial. Berbeda dengan binatang yang hanya mengambil dari alam untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, manusia harus menciptakan sendiri makanannya; manusia harus bekerja dan memproduksi makanannya karena alam tidak memberinya sesuai dengan kebutuhan. Manusia, melalui kerja, menciptakan ‘alam’-nya sendiri. Jadi, aspek terpenting dalam analisis sosial Marxis adalah menelusuri kekuatan-kekuatan produksi dan hubungan-hubungan sosial dalam produksi dalam masyarakat.

Topik Diskusi:

Apa yang membedakan manusia dengan binatang lainnya?

Mengapa manusia harus melakukan kerja?

Apa yang dimaksud Marx dengan konsepsi materialis atas sejarah?

Bacaan:

Preaface

Marx, K. dan F. Engels Ideologi Jerman, “Ideologi pada umumnya, Khususnya Filsafat Jerman”,

Marx, K. dan F. Engels The German Ideologi, “Premises of The Materialist Conception of History”

Pokok Bahasan 4: Moda Produksi

Ketika tekanan untuk memproduksi kebutuhan muncul dalam evolusi manusia, maka mulailah manusia mendefinisikan kekuatan-kekuatan produksi (bahan mentah dan alat-alat untuk memproduksi) serta menata hubungan-hubungan sosial produksi yang diperlukan untuk mengorganisasi kerja. Inilah yang disebut moda produksi atau seperangkat hubungan sosial yang melaluinya kegiatan produksi diorganisasi untuk menggali energi dari alam dengan perkakas kerja, keterampilan, organisasi, dan pengetahuan.

Topik diskusi:

Apa yang dimaksud dengan moda produksi dan apa saja aspek-aspeknya?

Bagaimana perubahan moda produksi bisa terjadi?

Bacaan:

Marx, K. dan F. Engels The German Ideologi, “Premises of The Materialist Conception of History”

Marx, K. Pre-Capitalist Economic Formations (1857)

Pokok Bahasan 5: Kelas

Teori Kelas Marx merupakan salah satu teori terpenting dalam analisis sosial. Tapi, Marx sendiri tidak begitu jelas menguraikannya. Salah satu karya Marx yang membincangkan kelas dan landasan ekonominya adalah Brumaire XVIII Louis Bonaparte. Melalui analisis tentang struktur kelas masyarakat Perancis di masa-masa sekitar Revolusi (1789-1848), Marx mengajukan teorinya tentang kelas.

Topik Diskusi:

Apa yang dimaksud Marx dengan kelas?

Apa yang menjadi prasyarat sebuah kelas sosial?

Bacaan:

Marx, K. Brumaire XVIII Louis Bonaparte, Bab Ikhtisar

Marx, K. The Class Struggles in France

Marx, K. The Communist Manifesto, bab Bourgeois and Proletarians

Pokok Bahasan 6: Revolusi

Dalam konsepsi materialis atas sejarahnya Marx-Engels, revolusi merupakan sebentuk perubahan sosial yang mesti hadir dalam perombakan total tatanan sosial-ekonomi. Konon sudah sejak muda, gagasan revolusi merasuk dalam tulisan-tulisan ‘Hegelian Muda’-nya Marx, namun tidak keliru bila dikatakan bahwa masa matangnya, revolusi merupakan salah satu gagasan pokok Marx.

Topik Diskusi:

Apa itu revolusi?

Apa perbedaan revolusi sosial dengan revolusi politik?

Bagaimana revolusi terjadi?

Bacaan:

Marx, K. Brumaire XVIII Louis Bonaparte, Bab Ikhtisar

Marx, K. The Class Struggles in France

Marx, K. The Communist Manifesto, bab Bourgeois and Proletarians

Pokok Bahasan 7: Naskah-naskah Ekonomi Awal

Diskusi ekonomi Marx dengan Sosialis Perancis atau Ekonomi Politik Inggris menjadi semacam uji-pakai teori-teori ekonominya sendiri yang dituang dalam Das Kapital. Kemiskinan Filsafat merupakan salah satu karya Marx dalam fase ini.

Topik Diskusi:

Apa itu nilai?

Bagaimana nilai muncul?

Bacaan:

Engels, F. Kemiskinan Filsafat, bagian Prakata

Marx, K. Kemiskinan Filsafat, bagian “Penerapan hukum Proporsionalitas Nilai”

Pokok Bahasan 8: Sistem Produksi Kapitalis (Komoditi dan Uang)

Karl Marx menghabiskan sebagian besar hidupnya untuk menganalisis moda produksi kapitalis. Dalam analisis Marx, moda kapitalis muncul ketika kekayaan berupa uang bisa digunakan untuk membeli tenaga kerja dan alat-alat produksi. Kemampuan ini tidaklah melekat secara inheren pada kekayaan tersebut, tetapi berkembang secara historik dan membutuhkan prasyarat tertentu. Tenaga kerja pada dirinya sendiri bukanlah komoditas yang diciptakan dalam upaya untuk ditawarkan di pasar. Tenaga kerja adalah atribut umat manusia, sebuah kemampuan Homo sapiens yang dianugrahkan Tuhan Yang Mahakuasa. Sepanjang orang bisa melekatkan ‘tangannya’ pada alat-alat produksi (perkakas kerja, sumber daya, lahan) dan memanfaatkannya untuk menyuplai makanan—di bawah pengaturan sosial apapun—tidak ada alasan bagi mereka untuk menjual kemampuan kerja kepada orang lain. Ketika tenaga kerja dijual, ikatan antara produsen (orang yang memproduksi) dan alat-alat produksi telah menjadi sarana produksi barang dagangan.

Topik diksusi:

Apa yang dimaksud dengan komoditi?

Mengapa uang diperlukan dalam sistem kapitalisme?

Bacaan:

Marx, K. Kapital Buku Pertama Bagian Pertama Bab I

Engels, F. Frederick Engels tentang Das Kapital bagian II Bab I

Pokok Bahasan 9: Sistem Produksi Kapitalis (Kerja dan Tenaga Kerja)

Topik Diskusi:

Apa yang dimaksud dengan kerja?

Apa perbedaan kerja dan tenaga kerja?

Bacaan:

Marx, K. Kapital Buku Pertama Bagian Ketiga Bab VII dan Bab VIII.

Engels, F. Kata Pengantar ‘Kerja-upahan dan Kapital’

Engels, F. Frederick Engels tentang Das Kapital bagian II Bab 3

Pokok Bahasan 10: Sistem Produksi Kapitalis (Kapital)

Topik Diskusi:

Apa yang dimaksud dengan kapital?

Apa fungsi kapital dalam sistem kapitalisme?

Bacaan:

Marx, K. Kapital Buku Pertama Bagian Kedua Bab IV, V, VI, Bagian Ketujuh Bab XXIV.

Engels, F. Frederick Engels tentang Das Kapital bagian II Bab 2

Sumber Bacaan Primer:

Semua bahan bacaan, insya allah, akan disediakan oleh penyelenggara. Bacaan selain yang tertera dalam silabus boleh saja dibaca sebagai sumber tambahan. Sumber bacaan bakunya antara lain:

MSW (1985) Karl Marx Selected Writings (penyunting D. McLellan). Oxford University Press. [karya kumpulan ini memuat hampir semua naskah-naskah terpenting pemikiran Marx dari suratnya kepada sang ayah hingga pengantar untuk Das Kapital edisi Rusia menjelang wafatnya. Penyunting juga menyertakan komentar dan penjelasan di awal setiap naskah]

MS (1988) Marx Selections (penyunting Allen W. Wood). Macmillan Publishing Company, [kumpulan ini memuat potongan panjang karya-karya Marx yang berkenaan dengan pemikiran filsafatnya.

MESW (1962) Karl Marx and Frederick Engels Selected Works. Foreign Languages Press, Moskow, 2 vol. [merupakan kumpulan otoritatif karya-karya Marx dan Engels terpenting yang ditampilkan secara lengkap dengan kata pengantarnya]

Karl Marx (2006) Brumaire XVII Louis Bonaparte. Jakarta: Hasta Mitra.

Karl Marx (2004) Kapital Buku I. Jakarta: Hasta Mitra.

Karl Marx (2003) Kemiskinan Filsafat. Jakarta: Hasta Mitra.

Naskah karya-karya Marx-Engels, termasuk sebagian dari terjemahan berbahasa Indonesianya, tersedia di alamat: Marxists Internet Archive Bahasa Indondesia

Sekolah Lanjutan (Pilihan):

Sekolah lanjutan ini diberikan sebagai tambahan pengetahuan dan pemahaman lebih lanjut atas teori/konsep yang sudah diberikan dalam sekolah ekonomi dan filsafat. Organisasi sekolah lanjutan sama dengan sekolah ekonomi dan filsafat dengan penekanan pada pembacaan atas beberapa karya yang berkaitan dengan tema; hanya saja tugas penulisan esai bersifat sukarela.

Pokok Pilihan 1: Marxisme dan Eksistensialisme (persoalan otentisitas dan alienasi)

Persoalan keotentikan dan keterasingan manusia menjadikan Marxisme dan Eksistensialisme bertemu di titik yang sama. Keduanya muncul dari mata air filsafat sejarah Hegelian dan bermuara pada kritik tatanan masyarakat borjuis. Pokok pilihan ini menawarkan pembahasan lebih lanjut terhadap teori alienasi Marx dan persoalan eksistensi manusia individual dalam masyarakat kapitalis yang menjadikan manusia individual sekedar ‘sesuatu’ (etrè-en-soi) saja.

Topik Diskusi:

Apa yang dimaksud oleh Marx dengan keterasingan (alienasi) dan bagaimana bandingannya dengan gagasan yang sama dari Jean-Paul Sartre?

Apa yang dimaksud dengan ada-dalam-dirinya dan ada-untuk-dirinya dalam pemikiran Marx dan Sartre?

Pokok Pilihan 2: Arkeologi (Dialektika Materialisme dan Asal-usul Manusia)

Teori pertentangan kelas Marx seringkali dikritik dalam kaitannya dengan kenyataan bahwa peralihan dari komunisme primitif ke masyarakat suku tidak masuk akal karena dalam komunisme primitif tidak ada pembagian kerja dan kelas-kelas. Sekolah lanjutan ini akan mempelajari bahwa pada masa komunisme primitif juga terjadi perjuangan ‘kelas’ antarberbagai kelompok yang tinggal di dunia yang sama karena perebutan sumber daya yang memunculkan pembagian kerja sederhana dan akhirnya hirarki. Data arkeologi terbaru tentang saling berdampingannya spesies hominid dalam hubungan saling rebut wilayah sumber daya akan dimanfaatkan dalam bagian ini.

Pokok Pilihan 3: Kapitalisme dan Imperialisme (dari Marx, Lenin dan selanjutnya)

Ciri pokok sistem kapitalisme adalah pengumpulan kapital dan pengembangan-nya. Imperialisme merupakan konsekuensi logis dari sistem kapitalisme. Sejak munculnya kapital dalam ekonomi dan pertumbuhan industri di Eropa, imperialisme sudah diancang sebagai jalan keluar kejenuhan produksi dan sirkulasi kapitalisme di Eropa. Sekarang, globalisasi yang tiada lain adalah proses melancarnya aliran kapital ke segala penjuru dunia melampaui batas-batas negara bangsa, memunculkan pembagian kerja secara global. Gagasaan Marx tentang bersatunya kaum tertindas seluruh dunia, kini mendapatkan waktu yang tepat untuk diejawantahkan.

Topik Diskusi

Bacaan:

V.I. Lenin (1939) Imperialism: the Highest Stage of Capitalism. New York: International Publisher. Chapter I, VII, IX

K. Marx (1853) The British Rule in India; The Future Result of British Rule in India (MESW)

Pokok Pilihan

4: Kaum Marxis Indonesia (Semaoen-Darsono, Haji Misbach, Sjahrir, Hatta, Mas Marco, dan Tan Malaka)

Pergerakan kaum Marxis di nusantara sudah setua catatan tentang adanya pergerakan melawan imperialisme kapitalis industri. Partai komunisnya merupakan partai tertua di Asia. Tapi, seperti halnya gerakan marxis di Eropa, berbagai perpecahan terjadi di kalangan marxis yang mengambil jalan berlainan dalam perjuangannya. Kilas balik beberapa tokoh Marxis Indonesia pasti memberi ilham untuk kaum muda saat ini.

Kontak Perhimpunan Muda

perhimpunanmuda@gmail.com

Hello world!

Posted: February 15, 2010 in Uncategorized

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!